Sabtu, 28 Desember 2019

Teruntuk sang Ibu

Foto penulis: Andri Landada

Teruntuk sang ibu
Sekiranya ananda lagi merindu
Hasrat ku ingin sujud di kaki mu
Namun apalah daya engkau tidak meridhoiku

Teruntuk sang ibu
Ingin sekali rasanya aku tidur di pangkuan mu
Merasakan kasih sayang seperti teman-teman yang mendapatkan kasih sayang seorang ibu
Bercanda ria penuh dengan kebahagiaan
Membelai rambut seorang anak yang ingin di manjain oleh seorang ibu

Seperihal untaian kata yang ananda coba tuliskan untuk mu
Meneteskan air mata mengharapkan kasih sayang mu
Mulut bisa berkata bohong bahwa aku kuat menghadapi sikap mu ibu
Namun, hati ku berkata lain ketika aku melamun dalam kehampaan ku

Ibu
Sesajak kata hati mulai aku curahkan
Betapa pahitnya kehidupan yang aku rasakan
Ingin sekali aku mencurahkan kepada mu
Namun, sangat sulit untuk ku ceritakan ketika engkau tidak menolehkan wajahmu terhadap ku

Ibu
Kebencian mu adalah semangat langkah kaki ku
Bagaimana setiap langkah itu menjadi makna terpahit dalam didikan mu
Tetesan air mata itu selalu berderai dengan kesendiriannya

Ibu
Umurku kini mulai bertambah
Dan akupun mulai terpangkul dari sedih
Sajak umur yang ke 24 ini
Seharusnya aku sudah mampu untuk berdikari

Ibu
24 tahun kita tidak pernah tinggal bersama
24 tahun kita tidak pernah saling menyapa
Saling memandang sebelah mata
Dan kini ananda mengucapkan permohonan maaf.

Selasa, 24 Desember 2019

JIWA MERONTA

Foto penulis: Andri Landada

Jiwa meronta dalam kopi inspirasi
Menghadirkan ilusi dalam jiwa yang sunyi
Terangan-angan akan kembali
Namun semua sudah berlalu pergi

Sang illahi
Hari-hari sudah ku lalui
Masa ke masa telah ku lewati
Tapi kenapa belum ku jumpai

Sang illahi
Jiwaku selalu merontai
Warna-warna yang ada dalam pelangi
Sudah tak indah dalam indrawi

Sang illahi
Haruskah aku melawan sepi
Dalam sembari
Imajiku tak mampu berdikari

Sang illahi
Sudah tak sadarkah diri ini
Dari sekian lama ku melawan sepi
Tetapi engkau tak kunjung menghampiri

Tunjukan kuasa mu tuhan
Dalam keterpurukan
Jiwa ku selaĺu berdesakan
Tunjukan kebesaran mu tuhan.




Senin, 23 Desember 2019

Sajak luka harapan


Foto penulis: Andri Landada

Sajak cinta bertabu rasa
Luka menganga di tinggal bahagia
Di tinggal luka sewaktu bersama
Akankah berjumpa dalam suatu masa

Jejak cinta tinggalah kenangan
Terkubur tangis oleh batu nisan
Tinggalah kenangan yang bisa di simpan
Sewaktu aku dan kamu saling berpelukan

Semoga bahagia
Cinta tidak mengajarkan luka
Tapi cinta mengajarkan caranya bahagia
Bukan luka antara sesama

Semoga dapat berjumpa
Dalam suatu masa
Aku dan kamu akan kembali bersama
Dalam satu rumah tangga
Menjadi keluarga yang bahagia

Senin, 02 September 2019

Rindu yang gelisah


Foto: Ny Ain

Seuntaian kata dalam cerita
Tertawa ria dalam keresahan jiwa
Kau yang selalu membuat ku merana
Dan kini engkau dimana

Bayang-bayang mu selalu hadir dalam pejaman mataku.
Membuat hasrat diriku selalu ingin bertemu.
Entah dalam kegelisahan apa yang selalu membuat diriku merindu.
Merindukan sesosok perempuan yang selalu memberi motivasi untuk terus melangkah maju.

Dimana kini engkau berada.
Jangan biarkan sajak-sajak cerita ini tidak bermakna.
Jangan biarkan aksara-aksara bodoh membuat cinta ini buta.
Karena sesungguhnya aku dan kamu di ciptakan dari sifat dan disposisi yang sama 









Selasa, 20 Agustus 2019

Ajang bergengsi

Foto: Penulis

Ajang bergengsi
Lagi-lagi perebutan sensasi
Berdiri seakan lagi berdikari
Sehingga kini menjadi lupa diri

Ajang-ajang perjuagan
Kini menjadi ajang penipuan
Ajangnya pembodohan
Sehingga tidak adanya kesadaran

Katanya kita adalah generasi yang pempunyai kesdaran
Generasi yang mempunyai konsep dan pemikiran
Berbagai polemik masalah mampu di selesaikan
Tetapi realiatasnya malah penghancuran

Katanya kita kita adalah sebagai agen of changeng
Malah sekarang menjadi agen pembohong
Katanya sebagai agen of sosial
Realitasnya hanyalah agen pembawa sial
Bukan perselingkuhan seksual
Tetapi nilai-nilai intelektual

Senin, 19 Agustus 2019

Jejak kaki


Langkah yang tersembunyi
Jejak-jejak kaki tiada yang mengetahui
Jiwa yang selalu berhalusinasi
Kini harus melangkah pergi

Waktu tidak di sempatkan membuat cerita
Lantaran kedua insan belum berjumpa
Dalam suatu masa
Akan ada sebuah cerita
Bahwa bumi dan langit akan bercinta

Dengan rasa yang saling merindukan
Jiwa-jiwapun mulai bergemetaran
Denga perasaan yang begitu di sugukan
Akan hausnya kata kemesraan

Seandainya tidak ada pemberian harapan
Pasti tidak ada kekecewan
Lantaran karna cita-cita
Maka jiwa harus melupakan cinta

Begitu sadis
Kata-kata yang membuat air mata menetes
Sehingga muncul konsep yang begitu keras
Bahwa memang harus di lepas



Rabu, 07 Agustus 2019

Palsunya kata cinta


Tetasan air mata
Di basuh dengan luka
Dengan rasa yang begitu kecewa
Akan palsunya kata cinta

Kau berikan aku sepucuk pengharapan
Dengan nama tuhan
Kau telah mengucapkan kata cinta
Ternyata itu semua hanyalah sandiwara

Jujur...
Aku sungguh sangat percaya diri
Bahwa kelak engkau bisa ku miliki
Menghayati
Tentang kisah yang akan kita lewati

Ternyata semuanya tidak seperti yang ku bayangkan.
Aku terlalu banyak tidur dalam sebuah khayalan.
Dan akupun selalu tidak tersadarkan.
Bahwa cinta selalu berakhir denga kekecewaan.





Sepi yang bertanya

Foto: Penulis

Dikrumungan yang begitu sepi
Jiwa ini selalu berhalusinasi
Mencoba untuk berdikari
Dalam menempuh apa yang ingin di capai

Dengan  jiwa yang terhempit
Rasanya agak sedikit sulit
Melangkahkan kaki di ruang yg sepi
Tanpa adanya kamu disisi

Terkadang hati bertanya-tanya
Entah kepada siapa 
Cara yang bagaimana
Sehingga aku dan kamu bisa bersama

Mungkin selama ini aku hanya bisa mencintai
Walaupun tidak pernah di cintai
Setidaknya kamu bisa menghargai
Bahwa selama ini aku berusah mengerti dengan setulus hati

Kini sedikit harus ku sadari
Bahwa mencintai
Adalah kepahitan tersendiri
Karena memang engkau tidak pernah bisa mencintai

Andri landada

Minggu, 04 Agustus 2019

Wajah yang tersembunyi


Perihal cinta
Terpancar dari kedua bola mata
Sinaran yang menyapa
Hati mulai merasa
Jiwa yang gelisah

Di kerudung panjang kau bersembunyi
Membuat aku berhalusinasi
Tentang seorang putri
Tersenyum dalam mimpi

Kau membuatku bertanya-tanya
Saat pertama
Di persimpangan jalan kita berjumpa
Berkenalan
Dengan senyuman
Timbul  rasa nyaman

Kini engkau datang kembali
Dengan wajah yang tersembunyi
Membuat aku kembali berimaji
Ternya kamu adalah perempuan yang ada dalam mimpi


Andri Landada

Sabtu, 03 Agustus 2019

Anak bangsa



Foto penulis: Bersama Mandolo

Kita adalah generasi...
Generasi yang terlahir dari rahim ibu pertiwi.. 
Kita adalah kaum revolusi...
Yang akan membawa perubahan untuk negri...

28 okteber dengan sumpah pemuda yang di ikrarkan...
Bertanah air satu tanpa penindasan...
Berbangsa yang rindu keadilan...
Berbahasa satu tanpa kebohongan...

Jangan pernah lupa kepada para pejuang bangsa...
Yang tidak pernah ada kata lelah...
Rela bercucuran darah...
Untuk negri yang merdeka...

Kita adalah anak-anak bangsa...
Harapan bangsa...
Penerus bangsa...
Dan yang akan selalu menjaga nama pancasila...

Jangan pernah lelah...
Jangan pernah menyerah...
Tetaplah satu...
Untuk indonesia yang lebih maju...




Jumat, 02 Agustus 2019

Ketika Ain menghilang

Foto: Andri landada

Kupandangi lautan yang begitu luas
Dengan menghembuskan nafas
Ku coba meneriakan sepotong nama gadis
Yah Ny. Ain

Kini bayang-bayang mu selalu mengganggu sajak-sajak tidurku
Menghantui jiwa yang ingin selalu bersama mu
Bersama jiwa yang selama ini membuatnya terbujur kaku
Sehingga lupa bagaimana caranya untuk melangkah maju

Jangan kau gantung jiwa ini
Jiwa yang ingin berlindung dari duri
Menjauh dari jarak yang melukai
Namun kau selalu menghantui

Salahka jiwa ku berlindung
Mendekap bersama yang terbayang
Menyelinap bersama yang di sayang
Walaupun kini harus menghilang

Selasa, 30 Juli 2019

Hati yang rindu

Foto penulis: Andri landada

Cinta...
Apa kabar kamu disana...
Lama tak berjumpa...
Tidak pernah saling sapa...
Dan hati masih menyimpan luka...


Cinta...
Tiga tahun lamanya aku memendam rasa...
Rasa yang begitu tulus dan suci...
Kini membuat diriku terhanyut dalam rasa sepi..

Cinta...
Masih ingatkatkah kamu pada cerita kita...
Cerita di bangku SMA...
Waktu kita bersama..
Bercanda ria..
Menikmati indahnya kisah cinta anak remaja...

Cinta...
Masih tersimpan di dalam memori otakku...
Cerewet mu...
Ceengeng mu..
Manjamu...
Dan itu semua membuat hatiku menjadi rindu...

Cinta...
Aku hanya punya satu harapan untuk mu yang disana..
Untuk mu yang disana..
Semoga bahagia...

Walapun kini sudah kepunyaan orang lain..
Namum puimg-puing kenangan masih tersimpan...
Takan mudah terlupakan...
Sebab, kisahnya akan menjadi kenangan...

Kamis, 25 Juli 2019

Krisis Berfikir

Foto: Andri landada

Aku ingin mencoba hidup di kerumunan kicauan burung yang berterbangan di angkasa...
Aku ingin mencoba hidup di tengah-tengah bintang yang selalu menghiasi sang malam...
Aku ingin mencoba hidup di tengah kaum yang berpetikan gitar di persimpangan jalan...
Aku ingin mencoba hidup dari kerasnya dunia yang penuh dengan hinaan...

Di  tengah-tengah para pendosa...
Mulutku terlalu kaku dalam menyampaikan sebuah kata-kata...
Dengan melihat para kelempok yang saling menjatuhkan...
Membuat diriku lari dari kenyataan...

Sungguh ironisnya diriku...
Dengan perjanjian primodial yang lehernya masih di ikat oleh belenggu...
Aku sudah tidak ingin menjadi pendosa...
Biarkan saja aku berjalan mencari apa yang aku inginkan...
Mencari titik perjalan yang selama ini aku cita-citakan...

Tuhan...
Apakah proses perjalan kehidupan manusia hanya untuk di dunia saja...
Akal ku selalu bertanya-tanya...
Tuhan...
Siapa yang harus disalahkan...
Apakah iblis yang penuh dengan keangkuhan..
Apakah kaum yang selalu dalam kesesatan...

Lihatlah tuhan....
Sungguh tragis mahluk yang kau ciptakan...
Kekuasaan saling diributkan..
Saling menjatuhkan...
Penghiaan...
Hentikan sandiwaranya tuhan...

Rabu, 24 Juli 2019

KKPMS BIMA

Foto: KKPMS BIMA

Terhimpun dalam suatu wadah kerukunan...
Saling menjaga ikatan persaudaraan...
Disini kita tidak berbicara tentang jabatan..
Tetapi disini berbicara tentang para pejuang yang haus akan keilmuan..

Nilai-nilai yang selalu kau tanamkan...
Membuat kami sadar akan perjuangan...
Sungguh luar biasa jasa yang telah kau berikan terhadap para generasi...
Kami belum bisa berbalas budi..
Tetapi jasa mu tetapi kami junjung tinggi...

KKPMS KU...
Kau tidak pernah lelah untuk menyabut para generasi baru...
Memberikan pemahaman supaya kami tetap terus melangkah maju...
Tidak akan layu...
Jasa mu Tidak akan hilang di telan waktu...

Terimakasih KKPMS BIMA...
Nama mu akan selalu kami jaga...
Akan selalu tetap kami rawat...
Tanpa adanya para penghianat...

Sukses selalu KKPMS BIMA






Selasa, 23 Juli 2019

Terhalang


Foto: Penulis

Ada banyak pengharapan dalam cerita cinta...
Entah itu kebahagiaan ataupun kesedihan...
Cerita cinta yang melanda kedua insan...
Kini terhalang karena kedua orang tua...

Haruskah aturannya dipakai dalam cerita cinta kita...
Aturan yang mencoba menghalang cerita saat kita bercumbu di pantai lawata...
Menghilang tak tau arah
Dan akhiranya harus berpisah

Sungguh sangat menyakitkan
Ketika kita di pisahkan
Kini harus merasa kecewa
Dan kini sudah di penuhi rasa duka...

Jangan biarkan kisahnya terhenti...
Karena ceritanya belum kita akhiri...
Masih ada kertas-kertas kosong yang harus di isi...
Supaya kisah cerita cinta dapat dikenang sampai mati...

Senin, 22 Juli 2019

Tanah kelahiran pesisir pantai

Foto: Penulis tepian pantai

Tanah kelahiran...
Ku coba menalarmu di alam pikiran...
Membawa mu ke masa depan..
Untuk sebuah keadilan...

Tanah kelahiran...
Coba kau berbisik kepada angin...
Apakah dia akan selalu bisa membawa kesejukan...
Teruntuk kaum kecil yang ingin mendapatkan sebuah pendidikan...

Tanah kelahiran...
Terlalu banyak tangisan...
Kaum kecil yang kelaparan...
Kini banyak yang terlantar di jalanan...

Tanah kelahiran...
Terlalu banyak penindasan..
Penderitaan...
Kehancuran...
Semuanya karena kekuasaan...

Tanah kelahiran...
Siapakah yang harus di salahkan...
Akal ku tidak mampu menafsirkan...
Semuanya penuh dengan kepalsuan...

Tanah kelahiran...
Kaum kecil hanya mempunyai satu harapan...
Hentikan perbudakan...
Kaum kecil hanya ingin pembebasan..

Minggu, 21 Juli 2019

SAHABAT

Foto: penulis dengan sahabat

Beranjak dari candaan...
Yah. Kita cobalah untuk berkenalan...
Secangkir kopi ??
Mie indomi ??
Ya. Dicoba dulu  biar tidak sepi..

Perkenalan singkat..
Apakah bisa menjadi sahabat ??
Ya. Coba dulu...
Ternyata penuh canda gurau...

Apa kabar sahabat ??
Ingatkah pohon kelapa yang kalian panjat ?
Ada sebuah ikatan...
Ternyata persahabatan...

Sepertinya akan banyak cerita...
Yogyakarta...
Bali yang sedang bercinta..
Bima yang bercita-cita...

Doa dan harapan...
Akan ada banyak kenangan..
Ceritanya dari pengalaman...
Tetaplah komitmen dalam perjuangan..
Untuk masa depan...

Semoga dalam lindungan sang pencipta...
Untuk kalian yang disana...
Semoga baik-baik saja...
Kopi hitam akan selalu terisi dengan Canda ria...


Sikecil yang gelisah

Foto: penulis Andri landada

Kenapa sih kecil tidak di berikan ijin untuk bicara ??
Apakah sikecil tidak boleh untuk tumbuh layaknya orang yang dewasa ??
Dia masih dalam proses pertumbuhan...
Berikanlah dia sedikit kenyamanan...

Terlalu sering dia melihat ketidak adilan...
Malah dia hanya diberikan penghinaan..
Apakah sudah tidak ada kebebasan dalam memberikan suara ??
Sedangkan sikecil selalu merasakan sengsara...

Pahamilah keinginannya...
Meskipun dia masih terlihat seperti anak ingusan...
Tapi dia ingin kemerdekaan...
Kemerdekan yang penuh dengan kerendahan...

Jangan selalu egokan kekuasaan mu...
Kasihanilah sikecil yang ingin membuat negerinya maju...
Walaupun dia hanya mempermodalkan sedikit ilmu..
Tetapi dia mempunyai keingan ataupun tekat yang tinggi dalam mengembangkan kemajuan negara...

Sabtu, 20 Juli 2019

Apa kabar kamu



DI pantai losari
Aku mencoba untuk mencurahkan seluruh isi hati
Dengan rasa rindu yang sudah lama bergejolak
Membuat seluruh jiwa ku jadi terkapak

Apa kabar kamu disana
Aku ingin berjumpa
Aku ingin bercinta
Menikmati Kisah seperti dulu di dermaga

Apakah kamu tidak ingat dengan kisah kita
Suka dan duka selalu kita lalui bersama
Bercanda ria
Tertawa ria
Dan kini berakhir dengan Luka